Langsung ke konten utama

101 BUYING a house (part 1)

 hai blog, Finally i'm back after a very long time missing.

yup sebenarnya  memang sudah sering sih berpikir untuk menulis ini dan itu..

tapi ada saja distraksi yg membuat malas menulis.

bahasan kali ini mungkin agak out of the topic ya, lebih ke dalam kehidupan nyata seorang dewasa yg sudah menikah. dimana memulai perjalanan keluarga kecilnya, pasti hal yg pertama di pikirkan adalah:

AKAN TINGGAL DIMANA?


ya memang pertanyaan itu sudah tidak tabu lagi, dan normal. Hal ini memang harus dipertimbangkan oleh sepasang sejoli ,bahkan sebelum menikah. kareng begitu menikah harus segera memulai kehidupan nyata yg sangat berbeda dari pesta pernikahan, namun lebih WORTH IT dibanding pesta yg bermakna sesaat.


saya dan suami kebetulan sejak merencanakan pernikahan sudah sepakat untuk mengambil keputusan sesuai dengan prinsip yg kami percaya dari kepercayaan kami, bahwa sebaiknya dan sudah sepatutnya kami berjuang dan berpisah dari ayah dan ibu kami.


NOTES: bukan ikut k rumah ortu suami, apalagi ortu istri. 

label kita jelas bila ditempat tinggal sendiri yaitu "istri atau suami". tidak ada peran ganda sebagai anak didalam rumah,sehingga kami bisa belajar dengan nyata membangun rumah tangga kami.

akhirnya sebelum menikah kami sdh mempersiapkan rumah kontrakan kami.

bisa dibilang cukup nyaman, semi furnished, lingkungan kompleks lama yg aman dan bersahabat.

namun, yaa dengan segala kenyamanan kontrakan kami , kami malahan semakin menyadari ini semua bukan properti kami.sehingga kapan saja yg punya rumah bisa saja tidak menyewakan lagi.hal ini semakin memacu kami untuk merencanakan memiliki rumah sendiri.

ya, setengah tahun kami mengontrak,kami susun step- by step untuk mencari rumah idaman kami.

1. kami mencari INFO mengenai langkah mencari rumah pertama untuk dibeli

   > mengapa rumah pertama? tentu karena membeli rumah pertama dangat berbeda pertimbangannya dengan membeli rumah kesekian (hanya untuk investasi, atau kebutuhan yg lebih besar)

> kami mencari info-info tersebut tentunya dari orang2 terdekat dahulu yg sudah memiliki properti sendiri, tanyakan pengalaman mereka bagaimana dahulu, 

> SARING infonya ,sesuaikan dengan kondisi kamu saat ini.

> SET YOUR preferences! setelah dapat info yg begitu banyak bahkan overload kadang2, hehe ,lalu tetapkan keinginan kalian seperti apa untuk kriteria pencarian rumah tersebut.beberapa contoh hal yang kami tetapkan dalam mencari rumah untuk dibeli,adalah:

WE PREFER:

1. rumah baru >> rumah second

alasan: kami ingin filosofi didalam rumahnhya juga baru sebagaimana kami yg juga baru membangun keluarga,selain itu alasan nya rumah baru terasa lebih homey untuk kami walaupun sama2 akan di tambah  renov ini itu juga seperti rumah lama.

2.Lokasi >> Luas

tinggal di kota jabodetabek memang tricky. krn developer rumah sangat banyak dan strategi marketing nya pintar2, kita bs saja membeli rumah sangat luas dengan lokasi sangat baru dan minim akses atau public places. atau lokasi yg strategis namun luasan rumah tidak besar (tentu krn harga tanah yg lebih mahal). kalian bs tetapkan sendiri sesuai kenyamanan kalian.

3.Harga Beli rumah (berikan range)

ini sifatnya pribadi dan berbeda-beda.jangan bandingkan kemampuan orang lain dengan kemampuan diri kita sendiri. Set saja sesuai kondisi nyata keuangan MINIMUM. karena hidup tidak terprediksi. range yg kita tetapkan tentu saja setelah kita tetapkan lokasi dahulu yaa, krn lokasi rumah sangat menentukan harga beli rumah kamu.

4. Akses public places.

ini sih menurutku sangat penting, karena menunjang keyamanan saat kita dirumah. lihat akses untuk transportasi, akses ke rumah ibadah kalian,akses untuk fasilitas kesehatan dan keamanan, akses entertainment, dll. akses ini sangat penting untuk mmepermudah hidumu dan juga mempengaruhi harga jual rumah suatu saat nanti ya :)

sedikit sharing,kami saat menentukan hal-hal diatas pastinya ada perbedaan dan persamaan.namun terutama yg sangat berbeda adalah keinginan suami mengenai lokasi rumah wajib di Jakarta. saya sebagai istri tidak ada masalah, namun kita harus paparkan juga pada pasangan bahwa ada konsekuensi dr setiap pilihan.

komunikasi kita dengan pasangan sangat diuji dalam pencarian rumah ini;.tapi ini proses yg seru dan bikin kita bertumbuh makin mengenal pasangan kita :)


> Survey Lokasi, lakukan survey sebanyak-banyaknya di lokasi yg anda incar. tentunya dengan survey sebanyak-banyaknya kita bisa semakin mengenal apakah preferensi yg sudah kita tetapkan tadi sudah benar-benar cocok untuk kita. tidak sedikit ditengah jalan beberapa preferensi mu bisa berubah guys :) selain lihat rumahnya, kamu juga harus banyak tanya pada makelar atau owner rumahnya yg kamu temui,jgn lupa tanya juga warga atau tukang jualan sekitar tentang lingkungan disekitar rumah itu, biasanya mereka lebih jujur dan Informatif dr tuan rumah yg kamu tanyakan hehehe

FYI: jangan lupa set juga waktumu membeli mau kapan yaa.karena terlalu banyak survey dan terlalu banyak pilihan rumah akan sangat pusing,sangat menguras tenagamu,ongkosmu,dan psikis mu juga.

setelah survey lokasi dan tersaring kandidat2 mu, buatlah table perbandingan preferensimu dari setiap rumah. setiap rumah pasti ada baik buruknya,namun pilih mana yg paling tinggi skor nya pada  preferensi kamu.

setelah tau mana yg paling tinggi skor nya, maka saya kan mengambil 3 kandidat dan stop survey2 lagi.selanjutnya saya akan memulai untuk mendoakan sambil mencari info mengenai rencana pembayaran yg akan saya ambil.


to be continued...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

my 1st time w.o mommy in class

 Tanggal: 9 September 2024 Aktivitas pagi: mengupas telur ayam Topik: Aku Suka Ikan, Telur dan Daging Bahasa: Matching things with letter A and B” Hari ini Raelyn berpisah dari Mami setelah menyimpan sepatu dan memeluk Mami. Raelyn lalu pergi ke area bermain dan didorong untuk bermain bersama teman-temannya. Dia mengambil beberapa mainan binatang dan membariskannya.  Di meja, Raelyn duduk bersebelahan dengan Ai Lin mengupas kulit telur ayam. Raelyn melihat ke Ai Lin dan menunjukkan, “Gini nih caranya.” Lalu guru mendorong Raelyn untuk fokus mengerjakan tugasnya sendiri. Raelyn menanggapi, “Raelyn bisa kan?” beberapa kali. Setelah membereskan mainan, tiba-tiba Raelyn menangis. Selama bernyanyi, dia menangis. Dia memberitahu guru, “Pipis,” dan ketika dibawa ke toilet, ternyata celananya sudah basah. Lalu berhenti, terus menangis lagi. Di tengah tangis dia mau menjawab dan merespons ketika ditanya. Waktu pembahasan topik dan ditawari ikan, telur dan masakan ayam, Raelyn mencoba s...

raelyn's school Journal

 Tanggal: 25 September 2024 Prakarya: Piring Sehatku Cerita Alkitab: Menara Babel – Tuhan itu Kudus, Tuhan menghukum dosa. Matematika: shape: square Pada aktifitas di meja Raelyn ditunjukan beberapa macam gambar makanan sehat dia mengatakan suka telur, ayam, dan nasi. Tetapi tidak suka sayur, ikan, tempe dan tahu. Ketika diminta untuk melem gambar-gambar tersebut Raelyn menarik tangannya tidak mau menyentuh lem sambil mengatakan, “Gak mau diajarin.”  Guru mengatakan kalau Raelyn tidak mau melem Raelyn tidak bisa membawa pulang prakarya tersebut, barulah Raelyn mau melem semua gambar itu. Ketika sedang bermain bersama Raelyn mengatakan, “Mau pup” dan dia ditemani untuk pup di toilet. Pada cerita Alkitab, guru menjelaskan bahwa orang-orang tidak taat pada perintah Tuhan untuk pergi ke  seluruh bumi dan Tuhan menghukum dengan mengacaukan bahasa mereka. Raelyn mendengarkan dengan baik. Anak-anak diminta untuk menginjak Square sambil menyebutkan namanya. Raelyn berusaha mengik...

3rd day class toodler- Kebun sayur

Tanggal: 6 September 2024 Aktivitas pagi: Mencocokkan gambar buah dan sayur Outing ke kebun sayur – membeli sayur Ketika diajak mengerjakan aktivitas pagi Mencocokkan Gambar Buah dan Sayur, Raelyn sudah memegang cuttun bud untuk menghapus tinta hitam yang menutupi gambar. Tetapi kemudian segera dilepas lagi sambil mengatakan, “Mami aja.” Setelah beberapa saat didorong untuk mengerjakan sendiri, Raelyn mau juga menyelesaikannya. Hari ini anak-anak pergi ke kebun kangkung dan Raelyn duduk di kursi depan mobil bersama Mami. Di kebun sayur Raelyn melihat Ibu tani mencabut kangkung dan membeli kangkung juga. Sepulang dari kebun sayur anak-anak cuci tangan dan makan. Raelyn memperhatikan makanan Jasson dan mengatakan, “Kok sama sih?” (Jasson membawa spagheti). Raelyn makan bihun gorengnya dengan lahap sekali. Ketika memakai sepatu sebelum pulang Raelyn minta Mama memakaikan untuknya, tetapi setelah ditanya apa mau dibantu guru tapi Mami di luar, akhirnya Raelyn mau mencoba memakai kaos kaki ...