Langsung ke konten utama

raelyn's school Journal

 Tanggal: 25 September 2024

Prakarya: Piring Sehatku

Cerita Alkitab: Menara Babel – Tuhan itu Kudus, Tuhan menghukum dosa.

Matematika: shape: square


Pada aktifitas di meja Raelyn ditunjukan beberapa macam gambar makanan sehat dia mengatakan suka telur, ayam, dan nasi. Tetapi tidak suka sayur, ikan, tempe dan tahu. Ketika diminta untuk melem gambar-gambar tersebut Raelyn menarik tangannya tidak mau menyentuh lem sambil mengatakan, “Gak mau diajarin.”  Guru mengatakan kalau Raelyn tidak mau melem Raelyn tidak bisa membawa pulang prakarya tersebut, barulah Raelyn mau melem semua gambar itu.

Ketika sedang bermain bersama Raelyn mengatakan, “Mau pup” dan dia ditemani untuk pup di toilet.

Pada cerita Alkitab, guru menjelaskan bahwa orang-orang tidak taat pada perintah Tuhan untuk pergi ke  seluruh bumi dan Tuhan menghukum dengan mengacaukan bahasa mereka. Raelyn mendengarkan dengan baik.

Anak-anak diminta untuk menginjak Square sambil menyebutkan namanya. Raelyn berusaha mengikuti instruksi tetapi dia juga menginjak bentuk yang lain





yeyy mami sangat senang membaca journal relin hari ini. raelyn dirumah masih struggle untuk sleep training di siang hari dan makan tanpa screen. relin sempat marah2 sama maminya waktu di ajarin tidur siang tanpa nen. tapi malam nya relin makan dengan lahap walau masih minta screen tapi mau suapin makanan sendiri. akhirnya malam hari relin bisa bobo dgn nyenyak deh.


semoga esok hari semakin menjadi taat segera ya nak cantik.

we love u!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

my 1st time w.o mommy in class

 Tanggal: 9 September 2024 Aktivitas pagi: mengupas telur ayam Topik: Aku Suka Ikan, Telur dan Daging Bahasa: Matching things with letter A and B” Hari ini Raelyn berpisah dari Mami setelah menyimpan sepatu dan memeluk Mami. Raelyn lalu pergi ke area bermain dan didorong untuk bermain bersama teman-temannya. Dia mengambil beberapa mainan binatang dan membariskannya.  Di meja, Raelyn duduk bersebelahan dengan Ai Lin mengupas kulit telur ayam. Raelyn melihat ke Ai Lin dan menunjukkan, “Gini nih caranya.” Lalu guru mendorong Raelyn untuk fokus mengerjakan tugasnya sendiri. Raelyn menanggapi, “Raelyn bisa kan?” beberapa kali. Setelah membereskan mainan, tiba-tiba Raelyn menangis. Selama bernyanyi, dia menangis. Dia memberitahu guru, “Pipis,” dan ketika dibawa ke toilet, ternyata celananya sudah basah. Lalu berhenti, terus menangis lagi. Di tengah tangis dia mau menjawab dan merespons ketika ditanya. Waktu pembahasan topik dan ditawari ikan, telur dan masakan ayam, Raelyn mencoba s...

101 BUYING a house (part 1)

 hai blog, Finally i'm back after a very long time missing. yup sebenarnya  memang sudah sering sih berpikir untuk menulis ini dan itu.. tapi ada saja distraksi yg membuat malas menulis. bahasan kali ini mungkin agak out of the topic ya, lebih ke dalam kehidupan nyata seorang dewasa yg sudah menikah. dimana memulai perjalanan keluarga kecilnya, pasti hal yg pertama di pikirkan adalah: AKAN TINGGAL DIMANA? ya memang pertanyaan itu sudah tidak tabu lagi, dan normal. Hal ini memang harus dipertimbangkan oleh sepasang sejoli ,bahkan sebelum menikah. kareng begitu menikah harus segera memulai kehidupan nyata yg sangat berbeda dari pesta pernikahan, namun lebih WORTH IT dibanding pesta yg bermakna sesaat. saya dan suami kebetulan sejak merencanakan pernikahan sudah sepakat untuk mengambil keputusan sesuai dengan prinsip yg kami percaya dari kepercayaan kami, bahwa sebaiknya dan sudah sepatutnya kami berjuang dan berpisah dari ayah dan ibu kami. NOTES: bukan ikut k rumah ortu suami, ...

behind the hospitall wall

  God's gift 4 th June 2021   siapa percaya dan pernah menerima pemberian indah dari Tuhan? Apakah setiap hari ada God’s Gift yg terindah dari Tuhan? Cara-Nya untuk saya sangat unik. Terutama saya sadari dalam beberapa hari sebelum saya menulis ini tentunya. Bagi orang-orang yg memiliki kecondongan sifat post modern, mungkin dapat menjadi sangat toleran, bahkan toleran terhadap hidup saya sendiri,terhadap kekalahan, terhadap ambisi orang-orang disekitar bahkan dosa yang tidak melukai sesama mungkin dapat di toleransi juga. Tapi apakah itu tidak melukakan hati Nya sang pemberi hidup kita? Berbulan- bulan saya berpikir, sampai kapan kah covid ini akan ada? Saya bepikir hanya tinggal menunggu waktu saja untuk saya dapat terkena juga virus ini. Hari demi hari, bulan demi bulan, saya jalani sambil terus terbesit di pikiran waktu nya saya akan terkena covid. Saya tidak menunggu, tapi entah kenapa itu seperti sesuatu yg jauh disana ‘ring a bell” pada saya akan suatu...