Langsung ke konten utama

welcome 2025

 matius 2: 1-12

setelah mendengar sebuah sermon dari HT yg begitu tulus dalam mempersiapkan kotbahnya kita pasti sangat terpukau dengan firman Tuhan.

seperti saya jugaa..

berkaitan dengan terang,pd kotbah minggu epifania, saya sadar bahwa.

terang yg sangat besar dan indah itu ternyata tidak otomatis menarik orang datang kepada -Nya. 

seperti dijelaskan di perikop matius diatas. para orang majus yg tinggal sangat jauh dari timur malahan yg peka terhadap SANG TERANG yg lahir di kota Betlehem. Rakyat Yerusalem tidak sadar akan terang itu, bahkan ada jenis orang yg seperti para imam yg mengetahui tentang terang itu namun tidak peduli sama sekali, serta yg paling buruk adalah Jenis seperti Raja Herodes, yang sangat tertarik dengan SANG TERANG namun ada maksud buruk dibaliknya.


yang manakah Jenis Sikap Kita dalam meresponi SANG TERANG?

respon itu adalah ibadah. apakah ibadah kita benar- benar kita hayati? apakah ibadah itu menarik bagi kita?

Ibadah yg sungguh- sungguh terdiri dari sikap yang benar serta persembahan yg terbaik.

Ibadah tanpa persembahan = omong kosong (bagaimana kita bisa memberi hati kita sepenuhnya,wong buka dompet untuk Tuhan saja gk mau?!)


orang yg sungguh- sungguh memiliki hati untuk Tuhan rela menyerahkan seluruh harta dan bendanya,krn itu semua nothing dibandingkan Tuhan.


selamat Tahun Baru 2025 untuk kita semua

kiranya SANG TERANG yg sesungguhnya menyertai mu sepanjang tahun ini


btw, ini dia sang bintang cilik yang desember kemarin menyinari hall perayaan natal sekolahnya.dia memberanikan diri untuk tampil maksimal.kiranya hati kecilnya busa tumbuh dipenuhi Tuhan dan menjadi terang - terang kecil di dunia yaa


Komentar

Postingan populer dari blog ini

my 1st time w.o mommy in class

 Tanggal: 9 September 2024 Aktivitas pagi: mengupas telur ayam Topik: Aku Suka Ikan, Telur dan Daging Bahasa: Matching things with letter A and B” Hari ini Raelyn berpisah dari Mami setelah menyimpan sepatu dan memeluk Mami. Raelyn lalu pergi ke area bermain dan didorong untuk bermain bersama teman-temannya. Dia mengambil beberapa mainan binatang dan membariskannya.  Di meja, Raelyn duduk bersebelahan dengan Ai Lin mengupas kulit telur ayam. Raelyn melihat ke Ai Lin dan menunjukkan, “Gini nih caranya.” Lalu guru mendorong Raelyn untuk fokus mengerjakan tugasnya sendiri. Raelyn menanggapi, “Raelyn bisa kan?” beberapa kali. Setelah membereskan mainan, tiba-tiba Raelyn menangis. Selama bernyanyi, dia menangis. Dia memberitahu guru, “Pipis,” dan ketika dibawa ke toilet, ternyata celananya sudah basah. Lalu berhenti, terus menangis lagi. Di tengah tangis dia mau menjawab dan merespons ketika ditanya. Waktu pembahasan topik dan ditawari ikan, telur dan masakan ayam, Raelyn mencoba s...

101 BUYING a house (part 1)

 hai blog, Finally i'm back after a very long time missing. yup sebenarnya  memang sudah sering sih berpikir untuk menulis ini dan itu.. tapi ada saja distraksi yg membuat malas menulis. bahasan kali ini mungkin agak out of the topic ya, lebih ke dalam kehidupan nyata seorang dewasa yg sudah menikah. dimana memulai perjalanan keluarga kecilnya, pasti hal yg pertama di pikirkan adalah: AKAN TINGGAL DIMANA? ya memang pertanyaan itu sudah tidak tabu lagi, dan normal. Hal ini memang harus dipertimbangkan oleh sepasang sejoli ,bahkan sebelum menikah. kareng begitu menikah harus segera memulai kehidupan nyata yg sangat berbeda dari pesta pernikahan, namun lebih WORTH IT dibanding pesta yg bermakna sesaat. saya dan suami kebetulan sejak merencanakan pernikahan sudah sepakat untuk mengambil keputusan sesuai dengan prinsip yg kami percaya dari kepercayaan kami, bahwa sebaiknya dan sudah sepatutnya kami berjuang dan berpisah dari ayah dan ibu kami. NOTES: bukan ikut k rumah ortu suami, ...

behind the hospitall wall

  God's gift 4 th June 2021   siapa percaya dan pernah menerima pemberian indah dari Tuhan? Apakah setiap hari ada God’s Gift yg terindah dari Tuhan? Cara-Nya untuk saya sangat unik. Terutama saya sadari dalam beberapa hari sebelum saya menulis ini tentunya. Bagi orang-orang yg memiliki kecondongan sifat post modern, mungkin dapat menjadi sangat toleran, bahkan toleran terhadap hidup saya sendiri,terhadap kekalahan, terhadap ambisi orang-orang disekitar bahkan dosa yang tidak melukai sesama mungkin dapat di toleransi juga. Tapi apakah itu tidak melukakan hati Nya sang pemberi hidup kita? Berbulan- bulan saya berpikir, sampai kapan kah covid ini akan ada? Saya bepikir hanya tinggal menunggu waktu saja untuk saya dapat terkena juga virus ini. Hari demi hari, bulan demi bulan, saya jalani sambil terus terbesit di pikiran waktu nya saya akan terkena covid. Saya tidak menunggu, tapi entah kenapa itu seperti sesuatu yg jauh disana ‘ring a bell” pada saya akan suatu...