Langsung ke konten utama

behind the hospitall wall

 


God's gift

4 th June 2021

 

siapa percaya dan pernah menerima pemberian indah dari Tuhan?

Apakah setiap hari ada God’s Gift yg terindah dari Tuhan?

Cara-Nya untuk saya sangat unik. Terutama saya sadari dalam beberapa hari sebelum saya menulis ini tentunya.

Bagi orang-orang yg memiliki kecondongan sifat post modern, mungkin dapat menjadi sangat toleran, bahkan toleran terhadap hidup saya sendiri,terhadap kekalahan, terhadap ambisi orang-orang disekitar bahkan dosa yang tidak melukai sesama mungkin dapat di toleransi juga.

Tapi apakah itu tidak melukakan hati Nya sang pemberi hidup kita?

Berbulan- bulan saya berpikir, sampai kapan kah covid ini akan ada? Saya bepikir hanya tinggal menunggu waktu saja untuk saya dapat terkena juga virus ini.

Hari demi hari, bulan demi bulan, saya jalani sambil terus terbesit di pikiran waktu nya saya akan terkena covid. Saya tidak menunggu, tapi entah kenapa itu seperti sesuatu yg jauh disana ‘ring a bell” pada saya akan suatu dampak yang memungkinkan akan saya dapatkan . saya selalu bertanya-tanya.

Akankah itu benar terjadi? Atau saya terlalu cemas ?

Tentu pemikiran ini saya simpan dan saya jinjing tiap hari dalam alam pikiran sadar saya. Sambil was-was terhadap hidup tiap harinya. Memang Tuhan memberkati saya dengan begitu indah ditahun yang ada banyak kesedihan pada hamper seluruh manusia  saat itu. Saya sempat berpikir, Tuhan tolong hentikan saja dengan caramu apabila ini tidak layak untuk terjadi tahun ini.karena saya yakin,saya sangat tidak layak memaksakan kehendak saya atau orang-orang yg saya hormati di dunia ini.

namun saya bukan tipe manusia yang mampu untuk menentang atau tegas berkeputusan ditengah orang-orang yang saya kenal, saya tipe orang yang lebih mudah menerima perintah atau intervensi dari orang diatas saya,namun seringkali itu menjadi batu sandungan saya,agar saya tidak  menyalahkan diri saya dan saya seakan membuat diri sendiri innocent atau  tidak berbuat salah apa-apa atas kejadian hidup saya ( read: salahkan saja Sang empunya hidup,krn dia yg berdaulat)

 Namun ternyata Bapa disorga itu bukanlah seorang hitler yang dapat segera memutar arah setir saat kamu tidak sesuai dengan rencana Nya. Dia teramat mengasihi, mengampuni namun juga mendidik dengan penuh kasih.

Kutipan yg saya dapat dari bible project yg bertema Character Of God : He is a Loving and merciful God, but he won’t ignore injustice and evil, But our choices matter, and God will maintain a balance between mercy and justice, which at times means handing us over to the consequences of our decisions.

 

Please kindly read the word’s of God first in bible from exodus 34 before you jump and listen to a human contemplation.

 

Karena dengan membaca firman secara langsung kita bisa smakin berlimpah dalam pemahaman, bahwa apa yg kita dengar dari manusia berpadu dengan fondasi yang nyata dalam konteks yg indah didalam alkitab saat itu,baru kita bisa masukan ke konteks milenial dimana kita hidup saat ini. Kita tidak bisa memotek hanya 1 ayat saja untuk merenungi firman itu ke dalam hidup kita.

 

Sebab Dia begitu mengasihi, dia menghargai keputusan manusia.

Saya merenungi dan mendapati bahwa…

dari sekian banyak kejadian yang saya lihat disekitar saya, baik dari internal hidup saya sendiri,atau external orang2 terdekat saya, maupun sesama yg baru saja saya temui beberapa menit saat bekerja, semuanya memang dalam kedaulatan Tuhan. Dia berdaulat mengijinkan lebih dahulu kita mengambil keputusan secara pribadi , walaupun pergumulan itu begitu berat dan kita sudah sangat meminta pertolongan dan berdoa mohon intervensi atau petunjuknya.

Namun saat kita semakin mencarinya didalam kesusahan kita, sudah murnikah hati kita sepertinya?

Dia yang sudah memberikan tuntunan bagi Israel tuk keluar dari perbudakan dan memberi Perjanjian diatas 2 loh untuk umat plihannya. tp di saat bersamaan di bawah lembah itu umat pilihannya menyembah benda mati sebagai Tuhan. Kasih Nya begitu murni hingga perjanjian itu tidak dibatalkan Nya. Dia kecewa namun dia tidak memalingkan wajah Nya.

Apakah kita seringkali kecewa sampai memalingkan wajah kita saat Tuhan tidak menjawab doa dan permohonan kita?

Atau…

Apakah hati kita tidak murni saat berbicara padaNya?

Saat berdoa dalam kegusaran, apakah kita berbicara kepadanya krn segera mau Tuhan ambil segala kegusaran dan kesusahan hidup kita sehingga hidup kita mudah lagi? Atau kita berdoa karena kita takut kehilangan relasi dengan Tuhan karena penderitaan dunia yg kita alami?

apa focus doa kita kepadanya…

Dia menjadi mesin pengabul keinginan,atau…

Sudahkah Dia menjadi seorang yg teramat berharga sehingga relasi dengan-Nya jauh lebih berharga melampaui segala keinginan kita untuk diri sendiri saat ini?bahkan keinginan untuk keluar dari penderitaan dunia.

Itu perenungan pertama yg saya dapati saat mempelajari karakter Tuhan.saya merenungi,sudah  paham kah juga kita mengenai karakter kita,manusia yg berdosa ini.yg begitu menginginkan kenyamanan dunia dan selalu meminta lebih saat Tuhan memberikan lebih dari yg saya layak miliki.

Maka, karena Dia adalah Bapa kita yang Merciful and Justice maka konsekuensi dari setiap pilihan kita dalam hidup pun sesuai dengan keadilan didalam penghakiman Nya.

Setelah saya merefleksikan karakter Nya dan dibandingkan dengan karakter kita manusia, inilah hal yang dapat saya bagikan kepada saudara sekalian:

Pertama karena didalam hidup kita ini walau semua berjalan didalam topangan tangan Nya, tapi Dia  mengasihi kita dan mengijinkan kita untuk memakai hikmat bijaksana kita ( yg seharusnya berasal dari Nya, bila kita selalu dekat dengan Nya) untuk mengambil keputusan dalam hidup sendiri.

Kedua, dia berespon terhadap keputusan hidup kita dengan penuh kasih namun tetap adil.  pengajaran dan didikan bagi seluruh  Umat Nya tetap ada, tapi dengan cara berbeda dalam tiap pribadi manusia. Dan pertolongan serta Penghiburan Nya pun tidak bisa kita samakan dengan penghiburan fana di dunia yg selama ini sudah kita rasakan.  Tuhan tidak tertarik untuk memberikan hiburan seperti “dunia hiburan” untuk umat Nya, tapi dia lebih peduli terhadap membentuk pribadi kita. Berdoalah pada Nya untuk memahami bentuk penghiburan Nya bagi anda saat ini. It can be start from some problem or suffering in ur life to reforming our hearts.

Ketiga, pabila kita benar-benar sudah memahami karakter Nya.hiduplah dengan berespon terhadap Dia bagi dunia ini. Jangan menunggu apa Tindakan Tuhan untuk banyak hal. Banyak hal kecil yg dapat anda lakukan seperti, berdoa sungguh2 bagi orang lain.bangun waktu doamu.

Dia sudah meneladani kita secara pribadi, namun diluar sana masih banyak yg belum bisa atau belum mau meneladani.tapi biarlah kita berespon terhadap karakter Nya didalam dunia ini. Dia tidak hanya peduli dengan anda atau saya,tapi Dia juga peduli terhadap seluruh ciptaan Nya. Tidak bisa dipungkiri , manusia ciptaan termulia bagi Nya. Tapi apakah hidup kita sudah berespon terhadap hal ini? Sudahkah kita berdampak bagi sekitar sesuai dengan Karakter Nya?

As long as your life keep going, I know it doesn’t it going well for you. But just keep in our mind it doesn’t matter.because the God’s glory was the ultimate matter.

May ourself become less, and He become more in our life. 

Make a His-Story for others.

 anyway, lookat the clear sky in the picture i still can see and the oxygen i still can feel in my lung.those arer free! what can i ask for more?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

my 1st time w.o mommy in class

 Tanggal: 9 September 2024 Aktivitas pagi: mengupas telur ayam Topik: Aku Suka Ikan, Telur dan Daging Bahasa: Matching things with letter A and B” Hari ini Raelyn berpisah dari Mami setelah menyimpan sepatu dan memeluk Mami. Raelyn lalu pergi ke area bermain dan didorong untuk bermain bersama teman-temannya. Dia mengambil beberapa mainan binatang dan membariskannya.  Di meja, Raelyn duduk bersebelahan dengan Ai Lin mengupas kulit telur ayam. Raelyn melihat ke Ai Lin dan menunjukkan, “Gini nih caranya.” Lalu guru mendorong Raelyn untuk fokus mengerjakan tugasnya sendiri. Raelyn menanggapi, “Raelyn bisa kan?” beberapa kali. Setelah membereskan mainan, tiba-tiba Raelyn menangis. Selama bernyanyi, dia menangis. Dia memberitahu guru, “Pipis,” dan ketika dibawa ke toilet, ternyata celananya sudah basah. Lalu berhenti, terus menangis lagi. Di tengah tangis dia mau menjawab dan merespons ketika ditanya. Waktu pembahasan topik dan ditawari ikan, telur dan masakan ayam, Raelyn mencoba s...

raelyn's school Journal

 Tanggal: 25 September 2024 Prakarya: Piring Sehatku Cerita Alkitab: Menara Babel – Tuhan itu Kudus, Tuhan menghukum dosa. Matematika: shape: square Pada aktifitas di meja Raelyn ditunjukan beberapa macam gambar makanan sehat dia mengatakan suka telur, ayam, dan nasi. Tetapi tidak suka sayur, ikan, tempe dan tahu. Ketika diminta untuk melem gambar-gambar tersebut Raelyn menarik tangannya tidak mau menyentuh lem sambil mengatakan, “Gak mau diajarin.”  Guru mengatakan kalau Raelyn tidak mau melem Raelyn tidak bisa membawa pulang prakarya tersebut, barulah Raelyn mau melem semua gambar itu. Ketika sedang bermain bersama Raelyn mengatakan, “Mau pup” dan dia ditemani untuk pup di toilet. Pada cerita Alkitab, guru menjelaskan bahwa orang-orang tidak taat pada perintah Tuhan untuk pergi ke  seluruh bumi dan Tuhan menghukum dengan mengacaukan bahasa mereka. Raelyn mendengarkan dengan baik. Anak-anak diminta untuk menginjak Square sambil menyebutkan namanya. Raelyn berusaha mengik...

3rd day class toodler- Kebun sayur

Tanggal: 6 September 2024 Aktivitas pagi: Mencocokkan gambar buah dan sayur Outing ke kebun sayur – membeli sayur Ketika diajak mengerjakan aktivitas pagi Mencocokkan Gambar Buah dan Sayur, Raelyn sudah memegang cuttun bud untuk menghapus tinta hitam yang menutupi gambar. Tetapi kemudian segera dilepas lagi sambil mengatakan, “Mami aja.” Setelah beberapa saat didorong untuk mengerjakan sendiri, Raelyn mau juga menyelesaikannya. Hari ini anak-anak pergi ke kebun kangkung dan Raelyn duduk di kursi depan mobil bersama Mami. Di kebun sayur Raelyn melihat Ibu tani mencabut kangkung dan membeli kangkung juga. Sepulang dari kebun sayur anak-anak cuci tangan dan makan. Raelyn memperhatikan makanan Jasson dan mengatakan, “Kok sama sih?” (Jasson membawa spagheti). Raelyn makan bihun gorengnya dengan lahap sekali. Ketika memakai sepatu sebelum pulang Raelyn minta Mama memakaikan untuknya, tetapi setelah ditanya apa mau dibantu guru tapi Mami di luar, akhirnya Raelyn mau mencoba memakai kaos kaki ...