Langsung ke konten utama

it is well with my soul

mungkin beberapa saat yang lalu saya sudah pernah share mengenai pekerjaan saya yg bersentuhan langsung didepan mata dengan pasien covid -19

dalam setahun ini saya lalui dengan tiap hari berusaha menjaga kesehatan semaksimal yg saya bisa.walau saya pahami mungkin saya juga harus bersiap dapat terkena si makhluk tak terlihat ini juga bila bekerja dalam lingkungan seperti ini dalam waktu lama,


benar saja...

2 minggu terakhir ini saya sudah terkena covid-19, mungkin yg lebih mengherankan lagi,saya sudah vaksin dengan dosis maksimal.

selama terkena covid, saya menyadari virus ini tidak hanya menyerang ke tubuh manusia yg dia datangi,tapi secara tidak langsung jg mempengaruhi psikis manusia itu.

pabila terkena penyakit lain mungkin masih bisa untuk tidur tenang dan fokus untuk istirahat agar segera pulih.tapi terkena covid ini kita dipermainkan dengan pikiran yg penuh ketakutan yg signifikan seperti; apakah gejala saya akan progresif memberat atau makin baik? lalu yg utama "apakah saya menularkan kpd orang-orang terdekat saya?"

bahkan setelah beberapa hari tubuh sdh terasa membaik pun, pikiran belum membaik.karena masih resah takut-takut orang terdekat baru timbul gejala setelah 7-14 hari kontak dengan saya.

disaat badan sudah mulai segar, pikiran makin runyam,karena tidak bisa bertindak apapun untuk melindungi keluarga sendiri. bahkan mereka menjadi lebih lelah karena harus extra memperhatikan dan merawat kita ditengah kelelahannya dlm bekerja.

belum lagi melihat kabar media dimana orang-orang yg menjaga dengan baik protokol kesehatannya bsa juga terkena covid berat sampai akhirnya tiada. sejenak saya terbersit bahwa virus ini mirip dengan si jahat yg slalu bisa mendapatkan celah untuk memasukan dosa dalam hidup kita. kita memang manusia lemah dan rapuh baik iman maupun fisik.

sangat bersyukur bahwa Tuhan mengingatkan saya arti nya berdoa ,melalui perenungan bersama dalam keluarga KTB saya minggu lalu.  „demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku“ (Yoh. 15:4). Tinggal di dalam Yesus berarti bergantung sepenuhnya kepada kekuatan Yesus.

orang yang berdoa bukanlah orang yang kuat,tapi adalah orang yg menyadari kebangkrutan rohani nya dihadapan Allah, karena itu dia berdoa.

saya tertegur suatu hal, bahwa kehidupan doa saya sampai saat ini masih jauh dr kata baik . kehidupan doa  yg tidak saya bangun membuat pola hidup saya berfokus pada pencapaian hidup atau usaha saya sendiri.

dalam kondisi terisolasi membuat saya tersadar kehidupan saya masih begitu mengandalkan pencapaian diri saya semata, kurang memahami makna tulus bergantung dalam doa. 

saat tubuh kita sehat, kita sangat fokus pada produktifitas dan pencapaian hidup kita, tapi bila kita tidak memelihara kehidupan doa kita maka kita tidak akan  mengalami apa artinya pertolongan, anugerah, kasih karunia, dan belas kasihan Tuhan dalam hidup kita. Orang yang tidak melihat anugerah Tuhan akan sulit sekali memuliakan Tuhan dan sulit menggenapi panggilan hidup Sang Pencipta untuk kita.

kiranya dalam segala musim kehidupan kita bisa memaknai hidup yang selalu mengandalkan anugerah Tuhan semata.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

my 1st time w.o mommy in class

 Tanggal: 9 September 2024 Aktivitas pagi: mengupas telur ayam Topik: Aku Suka Ikan, Telur dan Daging Bahasa: Matching things with letter A and B” Hari ini Raelyn berpisah dari Mami setelah menyimpan sepatu dan memeluk Mami. Raelyn lalu pergi ke area bermain dan didorong untuk bermain bersama teman-temannya. Dia mengambil beberapa mainan binatang dan membariskannya.  Di meja, Raelyn duduk bersebelahan dengan Ai Lin mengupas kulit telur ayam. Raelyn melihat ke Ai Lin dan menunjukkan, “Gini nih caranya.” Lalu guru mendorong Raelyn untuk fokus mengerjakan tugasnya sendiri. Raelyn menanggapi, “Raelyn bisa kan?” beberapa kali. Setelah membereskan mainan, tiba-tiba Raelyn menangis. Selama bernyanyi, dia menangis. Dia memberitahu guru, “Pipis,” dan ketika dibawa ke toilet, ternyata celananya sudah basah. Lalu berhenti, terus menangis lagi. Di tengah tangis dia mau menjawab dan merespons ketika ditanya. Waktu pembahasan topik dan ditawari ikan, telur dan masakan ayam, Raelyn mencoba s...

raelyn's school Journal

 Tanggal: 25 September 2024 Prakarya: Piring Sehatku Cerita Alkitab: Menara Babel – Tuhan itu Kudus, Tuhan menghukum dosa. Matematika: shape: square Pada aktifitas di meja Raelyn ditunjukan beberapa macam gambar makanan sehat dia mengatakan suka telur, ayam, dan nasi. Tetapi tidak suka sayur, ikan, tempe dan tahu. Ketika diminta untuk melem gambar-gambar tersebut Raelyn menarik tangannya tidak mau menyentuh lem sambil mengatakan, “Gak mau diajarin.”  Guru mengatakan kalau Raelyn tidak mau melem Raelyn tidak bisa membawa pulang prakarya tersebut, barulah Raelyn mau melem semua gambar itu. Ketika sedang bermain bersama Raelyn mengatakan, “Mau pup” dan dia ditemani untuk pup di toilet. Pada cerita Alkitab, guru menjelaskan bahwa orang-orang tidak taat pada perintah Tuhan untuk pergi ke  seluruh bumi dan Tuhan menghukum dengan mengacaukan bahasa mereka. Raelyn mendengarkan dengan baik. Anak-anak diminta untuk menginjak Square sambil menyebutkan namanya. Raelyn berusaha mengik...

3rd day class toodler- Kebun sayur

Tanggal: 6 September 2024 Aktivitas pagi: Mencocokkan gambar buah dan sayur Outing ke kebun sayur – membeli sayur Ketika diajak mengerjakan aktivitas pagi Mencocokkan Gambar Buah dan Sayur, Raelyn sudah memegang cuttun bud untuk menghapus tinta hitam yang menutupi gambar. Tetapi kemudian segera dilepas lagi sambil mengatakan, “Mami aja.” Setelah beberapa saat didorong untuk mengerjakan sendiri, Raelyn mau juga menyelesaikannya. Hari ini anak-anak pergi ke kebun kangkung dan Raelyn duduk di kursi depan mobil bersama Mami. Di kebun sayur Raelyn melihat Ibu tani mencabut kangkung dan membeli kangkung juga. Sepulang dari kebun sayur anak-anak cuci tangan dan makan. Raelyn memperhatikan makanan Jasson dan mengatakan, “Kok sama sih?” (Jasson membawa spagheti). Raelyn makan bihun gorengnya dengan lahap sekali. Ketika memakai sepatu sebelum pulang Raelyn minta Mama memakaikan untuknya, tetapi setelah ditanya apa mau dibantu guru tapi Mami di luar, akhirnya Raelyn mau mencoba memakai kaos kaki ...