Langsung ke konten utama

bunga matahariku mulai nyaman

 Tanggal: 18 September 2024

Aktivitas pagi: mengoles roti dengan mentega dan meses

Cerita Alkitab: Nuh dan Bahteranya – Allah menghukum dosa

Matematika: number 3, symbol and counting


Raelyn datang tanpa menangis dan dia sudah mulai mengerjakan tugas rutinnya ketika Ai Lin datang dan Mami bergeser sedikit supaya Ai Lin juga bisa masuk ke kelas. Melihat Mami bergeser, Raelyn mulai menangis sampai berpisah dari Mami. Dia masih menangis ketika cuci tangan, tapi setelah itu pergi ke area bermain, mengambil mainan sambil tertawa-tawa pada guru. Wow... cepat sekali perubahannya! 😊

Selama cerita Alkitab, Raelyn banyak bicara. Baru saja guru mulai cerita, dia memanggil, “Ms. Tere, Ms. Tere..” ..” Udah selesai..” dan Raelyn diminta fokus mendengarkan guru. Dia juga mengikuti beberapa kata-kata guru seperti, “Turun...” ketika guru menceritakan tentang hujan yang turun. Di tengah cerita yang masih berlangsung, Raelyn menunjuk bajunya dan berkata, “Sama nih, merah.” Ketika cerita sampai pada surutnya air bah, Bapak Nuh bersama keluarganya turun dari bahtera, dan juga semua binatang, Raelyn menirukan berseru, “Wuiii..” sambil menunjuk-nunjuk alat peraga. 

Di akhir kelas, ketika diajak untuk berbaring di selimut, Raelyn langsung berkata, “Ga mau,” tapi setelah melihat teman-teman berbaring, Raelyn juga ikut berbaring. Yeay... senang sekali melihat Raelyn makin nyaman di kelas. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

my 1st time w.o mommy in class

 Tanggal: 9 September 2024 Aktivitas pagi: mengupas telur ayam Topik: Aku Suka Ikan, Telur dan Daging Bahasa: Matching things with letter A and B” Hari ini Raelyn berpisah dari Mami setelah menyimpan sepatu dan memeluk Mami. Raelyn lalu pergi ke area bermain dan didorong untuk bermain bersama teman-temannya. Dia mengambil beberapa mainan binatang dan membariskannya.  Di meja, Raelyn duduk bersebelahan dengan Ai Lin mengupas kulit telur ayam. Raelyn melihat ke Ai Lin dan menunjukkan, “Gini nih caranya.” Lalu guru mendorong Raelyn untuk fokus mengerjakan tugasnya sendiri. Raelyn menanggapi, “Raelyn bisa kan?” beberapa kali. Setelah membereskan mainan, tiba-tiba Raelyn menangis. Selama bernyanyi, dia menangis. Dia memberitahu guru, “Pipis,” dan ketika dibawa ke toilet, ternyata celananya sudah basah. Lalu berhenti, terus menangis lagi. Di tengah tangis dia mau menjawab dan merespons ketika ditanya. Waktu pembahasan topik dan ditawari ikan, telur dan masakan ayam, Raelyn mencoba s...

101 BUYING a house (part 1)

 hai blog, Finally i'm back after a very long time missing. yup sebenarnya  memang sudah sering sih berpikir untuk menulis ini dan itu.. tapi ada saja distraksi yg membuat malas menulis. bahasan kali ini mungkin agak out of the topic ya, lebih ke dalam kehidupan nyata seorang dewasa yg sudah menikah. dimana memulai perjalanan keluarga kecilnya, pasti hal yg pertama di pikirkan adalah: AKAN TINGGAL DIMANA? ya memang pertanyaan itu sudah tidak tabu lagi, dan normal. Hal ini memang harus dipertimbangkan oleh sepasang sejoli ,bahkan sebelum menikah. kareng begitu menikah harus segera memulai kehidupan nyata yg sangat berbeda dari pesta pernikahan, namun lebih WORTH IT dibanding pesta yg bermakna sesaat. saya dan suami kebetulan sejak merencanakan pernikahan sudah sepakat untuk mengambil keputusan sesuai dengan prinsip yg kami percaya dari kepercayaan kami, bahwa sebaiknya dan sudah sepatutnya kami berjuang dan berpisah dari ayah dan ibu kami. NOTES: bukan ikut k rumah ortu suami, ...

behind the hospitall wall

  God's gift 4 th June 2021   siapa percaya dan pernah menerima pemberian indah dari Tuhan? Apakah setiap hari ada God’s Gift yg terindah dari Tuhan? Cara-Nya untuk saya sangat unik. Terutama saya sadari dalam beberapa hari sebelum saya menulis ini tentunya. Bagi orang-orang yg memiliki kecondongan sifat post modern, mungkin dapat menjadi sangat toleran, bahkan toleran terhadap hidup saya sendiri,terhadap kekalahan, terhadap ambisi orang-orang disekitar bahkan dosa yang tidak melukai sesama mungkin dapat di toleransi juga. Tapi apakah itu tidak melukakan hati Nya sang pemberi hidup kita? Berbulan- bulan saya berpikir, sampai kapan kah covid ini akan ada? Saya bepikir hanya tinggal menunggu waktu saja untuk saya dapat terkena juga virus ini. Hari demi hari, bulan demi bulan, saya jalani sambil terus terbesit di pikiran waktu nya saya akan terkena covid. Saya tidak menunggu, tapi entah kenapa itu seperti sesuatu yg jauh disana ‘ring a bell” pada saya akan suatu...