Langsung ke konten utama

Sun Flower's 1st day of School

Hari ini hari pertama Raelyn datang di kelas Toddler. Selamat bergabung, Raelyn. 

Raelyn ditemani oleh Mami di kelas; Elyse dan Ailin Raelynn memberikan mainan padanya dan Raelyn mau menerimanya.

Ketika dipanggil guru untuk mengerjakan puzzle bergambar buah dan sayur, Raelyn tidak mau melihat dan mendengarkan guru, jadi Raelyn diminta bermain dulu dan teman yang lain dipanggil dulu. Berharap Raelyn melihat apa yang dilakukan oleh teman yang lain. Ketika dipanggil untuk kedua kalinya, Raelyn tidak mau duduk dan memberontak ketika dipangku Mami. Setelah beberapa saat, guru mengambil alih Raelyn dan mengarahkan Raelyn untuk memasang puzzle di tempat yang tepat. Walau memberontak, Raelyn memperhatikan dan ketika guru pura-pura salah tempat, dia mengatakan, “Bukannn... disitu!...” Ketika mengerjakan puzzle kedua bergambar bermacam-macam sayur, Raelyn ditanya apa mau ditemani oleh Mami. Raelyn mau, tapi diarahkan supaya mau taat pada Mami. Raelyn berhasil menyelesaikannya dengan taat. Yeayy..!

Saat topik tentang buah dan sayur, anak-anak diberi kesempatan untuk mencicip pepaya, jagung, brokoli, timun, pisang. Raelyn hanya mau mencicip pepaya dan pisang, tetapi tidak mau brokoli, timun dan jagung.


berikut dokumentasi kegiatan dikelas raelyn 





terimakasih miss meidi, miss tere, atas laporan dan pengajarannya

semoga raelyn smakin pintar dan taat

soli deo gloria

Komentar

Postingan populer dari blog ini

my 1st time w.o mommy in class

 Tanggal: 9 September 2024 Aktivitas pagi: mengupas telur ayam Topik: Aku Suka Ikan, Telur dan Daging Bahasa: Matching things with letter A and B” Hari ini Raelyn berpisah dari Mami setelah menyimpan sepatu dan memeluk Mami. Raelyn lalu pergi ke area bermain dan didorong untuk bermain bersama teman-temannya. Dia mengambil beberapa mainan binatang dan membariskannya.  Di meja, Raelyn duduk bersebelahan dengan Ai Lin mengupas kulit telur ayam. Raelyn melihat ke Ai Lin dan menunjukkan, “Gini nih caranya.” Lalu guru mendorong Raelyn untuk fokus mengerjakan tugasnya sendiri. Raelyn menanggapi, “Raelyn bisa kan?” beberapa kali. Setelah membereskan mainan, tiba-tiba Raelyn menangis. Selama bernyanyi, dia menangis. Dia memberitahu guru, “Pipis,” dan ketika dibawa ke toilet, ternyata celananya sudah basah. Lalu berhenti, terus menangis lagi. Di tengah tangis dia mau menjawab dan merespons ketika ditanya. Waktu pembahasan topik dan ditawari ikan, telur dan masakan ayam, Raelyn mencoba s...

101 BUYING a house (part 1)

 hai blog, Finally i'm back after a very long time missing. yup sebenarnya  memang sudah sering sih berpikir untuk menulis ini dan itu.. tapi ada saja distraksi yg membuat malas menulis. bahasan kali ini mungkin agak out of the topic ya, lebih ke dalam kehidupan nyata seorang dewasa yg sudah menikah. dimana memulai perjalanan keluarga kecilnya, pasti hal yg pertama di pikirkan adalah: AKAN TINGGAL DIMANA? ya memang pertanyaan itu sudah tidak tabu lagi, dan normal. Hal ini memang harus dipertimbangkan oleh sepasang sejoli ,bahkan sebelum menikah. kareng begitu menikah harus segera memulai kehidupan nyata yg sangat berbeda dari pesta pernikahan, namun lebih WORTH IT dibanding pesta yg bermakna sesaat. saya dan suami kebetulan sejak merencanakan pernikahan sudah sepakat untuk mengambil keputusan sesuai dengan prinsip yg kami percaya dari kepercayaan kami, bahwa sebaiknya dan sudah sepatutnya kami berjuang dan berpisah dari ayah dan ibu kami. NOTES: bukan ikut k rumah ortu suami, ...

behind the hospitall wall

  God's gift 4 th June 2021   siapa percaya dan pernah menerima pemberian indah dari Tuhan? Apakah setiap hari ada God’s Gift yg terindah dari Tuhan? Cara-Nya untuk saya sangat unik. Terutama saya sadari dalam beberapa hari sebelum saya menulis ini tentunya. Bagi orang-orang yg memiliki kecondongan sifat post modern, mungkin dapat menjadi sangat toleran, bahkan toleran terhadap hidup saya sendiri,terhadap kekalahan, terhadap ambisi orang-orang disekitar bahkan dosa yang tidak melukai sesama mungkin dapat di toleransi juga. Tapi apakah itu tidak melukakan hati Nya sang pemberi hidup kita? Berbulan- bulan saya berpikir, sampai kapan kah covid ini akan ada? Saya bepikir hanya tinggal menunggu waktu saja untuk saya dapat terkena juga virus ini. Hari demi hari, bulan demi bulan, saya jalani sambil terus terbesit di pikiran waktu nya saya akan terkena covid. Saya tidak menunggu, tapi entah kenapa itu seperti sesuatu yg jauh disana ‘ring a bell” pada saya akan suatu...